Aksi jual dipicu oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang dirilis Jumat lalu jauh lebih kuat dari perkiraan.
Pada perdagangan Jumat lalu, indeks Nasdaq anjlok 4,2 persen, memimpin pelemahan Wall Street.
Kepala Investasi Lucerne Asset Management Marc Velan menilai, seperti dikutip Reuters, koreksi yang terjadi lebih mencerminkan pelepasan posisi dan pengurangan eksposur pada saham-saham yang telah mencatat kenaikan tajam, ketimbang perubahan pandangan terhadap prospek jangka panjang sektor AI.
“Nama-nama teknologi Korea Selatan merupakan salah satu yang berkinerja terbaik secara global dan dimiliki secara luas investor. Ketika ekspektasi suku bunga berubah setelah data tenaga kerja AS, saham-saham tersebut menjadi sumber likuiditas yang paling mudah dijual,” ujarnya.
Kenaikan ekspektasi suku bunga juga mendorong lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield Treasury tenor dua tahun naik lebih dari 11 basis poin pada Jumat dan kembali menguat menjadi sekitar 4,18 persen pada Senin.