Investor melepas aset berisiko di tengah konflik Timur Tengah sekaligus merealisasikan keuntungan setelah indeks menyentuh rekor tertinggi. Secara total, indeks acuan Negeri Sakura tersebut merosot 7,8 persen dalam tiga sesi hingga Rabu.
Selain Korsel dan Jepang, Shanghai Composite juga naik 0,50 persen, Hang Seng Hong Kong tumbuh 1,30 persen, ASX 200 Australia naik 0,37 persen, dan STI Singapura mendaki 0,74 persen.
Di Wall Street, indeks saham kembali menguat pada Rabu setelah laporan menyebut Iran membuka peluang dialog dan Presiden AS Donald Trump berjanji menjaga stabilitas pasar minyak, meredakan kecemasan investor atas konflik di Timur Tengah.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,49 persen ke 48.739,41. S&P 500 bertambah 0,78 persen ke 6.869,50, sementara Nasdaq Composite melesat 1,29 persen ke 22.807,48.
Laporan The New York Times menyebut aparat intelijen Iran secara tidak langsung menghubungi CIA sehari setelah serangan terjadi.