Sementara itu, data inflasi produsen (PPI) AS untuk Juni yang lebih rendah dari perkiraan, menyusul data inflasi konsumen sehari sebelumnya, semakin mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan ini.
Peluang kenaikan suku bunga kini hanya sekitar 10 persen, turun dari 43 persen pada awal bulan.
Meski demikian, perlambatan inflasi tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara. Kenaikan harga minyak akibat memanasnya konflik di Timur Tengah berpotensi kembali mendorong tekanan inflasi.
The Wall Street Journal melaporkan Presiden Donald Trump cenderung memperluas operasi militer AS di Iran, termasuk dengan mengerahkan pasukan darat. (Aldo Fernando)