Fokus pelaku pasar kini tertuju pada laporan keuangan kuartalan TSMC, produsen chip kecerdasan buatan (AI) terbesar di dunia.
Perusahaan itu diperkirakan mencatat rekor laba untuk kuartal kelima berturut-turut, dengan laba bersih April-Juni melonjak 59 persen.
Meski demikian, ekspektasi investor dinilai sudah sangat tinggi.
Saham ASML, pemasok utama peralatan produksi chip canggih, justru ditutup turun 0,4 persen meski perusahaan menaikkan proyeksi penjualan 2026 dan berkomitmen meningkatkan kapasitas produksi.
"Terlihat aksi jual yang cukup agresif di sektor memori dan perangkat keras. Saya rasa tidak ada satu berita negatif yang menjadi pemicu utama pelemahan saham semikonduktor maupun perangkat keras. Ini hanya menunjukkan betapa tingginya ekspektasi terhadap kinerja sektor semikonduktor," kata Equity Trader JPMorgan Brian Heavey dalam sebuah catatan.
Tekanan jual tersebut merembet ke pasar Asia.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,7 persen. Indeks KOSPI Korea Selatan (Korsel) jatuh 6,3 persen setelah saham Samsung Electronics merosot 8 persen dan SK Hynix jatuh 11 persen.