Sentimen pasar memburuk setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran telah menembak jatuh helikopter Apache militer AS di Selat Hormuz.
Washington kemudian melancarkan serangan terhadap Iran, memicu kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang rapuh di kawasan dapat kembali runtuh.
Kondisi tersebut mendorong harga minyak kembali naik setelah sehari sebelumnya menyentuh level terendah dalam tujuh pekan.
Minyak Brent menguat 0,9 persen ke USD92,29 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) naik 0,8 persen menjadi USD88,97 per barel.
Kepala Strategi Investasi Saxo di Singapura, Charu Chanana, mengatakan pasar saat ini masih memandang konflik geopolitik sebagai risiko jangka pendek, bukan guncangan ekonomi yang berkepanjangan.