Saat ini pelaku pasar telah memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) sebesar 25 basis poin pada Desember, berbalik dari ekspektasi sebelumnya yang mengarah pada dua kali pemangkasan suku bunga sebelum konflik Timur Tengah memanas.
Menurut Chanana, data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat mempersempit ruang gerak The Fed dalam menyampaikan nada kebijakan yang lebih dovish pada pertemuan berikutnya.
“Jika inflasi kembali memanas, The Fed akan semakin sulit bersikap santai. Bank sentral mungkin tidak bisa menaikkan suku bunga secara agresif hanya karena guncangan pasokan, tetapi mereka juga tidak bisa mengabaikan ekspektasi inflasi jika harga minyak terus meningkat,” katanya. (Aldo Fernando)