AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24965.55
0.05%
+13.20
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
0.00
-100%
-16818.98
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Bursa Asia Menguat di Tengah Tekanan Kenaikan Suku Bunga Dunia

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 14 Oktober 2021 11:20 WIB
Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Kamis (14/10) di tengah tekanan inflasi yang mendorong kenaikan suku bunga di seluruh dunia.
Bursa Asia Menguat di Tengah Tekanan Kenaikan Suku Bunga Dunia
Bursa Asia Menguat di Tengah Tekanan Kenaikan Suku Bunga Dunia

IDXChannel - Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Kamis (14/10) di tengah tekanan inflasi yang mendorong kenaikan suku bunga di seluruh dunia.

Hingga pukul 10:51 WIB, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang, naik 0,4%. Nikkei Jepang (N225) naik (1,01%) di 28.425,90. Shanghai Composite China (SSEC) melonjak (0,15%) di 3.567,14. Kospi Korea Selatan (KS11) melambung (1,25%) di 2.981,30. Sedangkan pasar Hong Kong masih ditutup karena liburan.

Harga produsen China mengalami kenaikan tercepat sejak tahun 1996 di tengah krisis energi yang melanda, menurut rilis data Kamis (14/10). Sementara dari Singapura, bank sentral memperketat kebijakan moneter mereka menyusul perkiraan tekanan inflasi yang bakal terjadi.

Berita dari Amerika Serikat, menunjukkan adanya peningkatan solid di indeks harga konsumen. Risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada September lalu menggarisbawahi segera dimulainya agenda pengurangan pembelian obligasi atau tapering off pada pertengahan November. Hal ini dapat menghadirkan kekhawatiran pasar atas tekanan inflasi.

"Pasar terus mencermati langkah kenaikan nilai suku bunga, yang terjadi ketika terminal value menurun. Ini kami yakini merupakan bentuk kesalahan kebijakan dalam penetapan harga di pasaran," kata analis TD Securities, dilansir Reuters, Kamis (14/10/2021). (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD