AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Bursa Asia Mixed, Nikkei 225 Jepang Melesat 0,29 Persen

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 22 Oktober 2021 13:17 WIB
Bursa saham di kawasan Asia terpantau bergerak variatif mengekor penutupan Wall Street semalam.
Bursa Asia Mixed, Nikkei 225 Jepang Melesat 0,29 Persen
Bursa Asia Mixed, Nikkei 225 Jepang Melesat 0,29 Persen

IDXChannel - Bursa saham di kawasan Asia terpantau bergerak variatif mengekor penutupan Wall Street semalam.

Hingga pukul 12:39 WIB, Nikkei 225 (N225) melesat (0,29%) di 28.791. Shanghai Composite China (SSEC) merosot (-0,13%) di 3.589,94, meski sempat dibuka naik setelah ada kabar pembayaran bunga obligasi dari Evergrande Grup.

Hang Seng Hong Kong (HSI) melesat (0,16%) di 26.060,00, dan Kospi Korea Selatan (KS11) jatuh (-0,24%) di 3.000,06, sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia bergerak naik (0,05%) di 6.635,96.

"Fokus utama yang memicu pergerakan selama beberapa hari terakhir adalah musim pendapatan pada kuartal ketiga," kata Praktisi Pasar Modal, Kyle Rodda dalam sebuah catatan, dilansir Reuters, Jumat (22/10/2021).

Pada saat yang sama, Kyle memperingatkan atas adanya kekhawatiran atas pertumbuhan beberapa negara pada kuartal ketiga, serta tekanan inflasi. Hal ini meningkatkan spekulasi terhadap bank sentral untuk menaikkan suku bunga dan berpotensi menghambat pertumbuhan.

Sementara itu, krisis energi masih membayangi beberapa negara di Asia, khususnya China. Menilik pasar derivatif, harga batu bara acuan ICE Newcastle mengalami koreksi (-1,30%) di USD 228,50.

Batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik belakangan merosot harganya setelah China berusaha mengontrol kenaikan dengan intervensi produksi besar-besaran. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD