Pasar logam mulia kembali mencetak rekor di tengah pelemahan dolar. Emas spot menguat untuk hari kelima berturut-turut, naik 0,3 persen ke level USD4.951,47 per troy ons. Harga perak melonjak 1,7 persen ke USD97,85 per ons.
Saham Korea Selatan memimpin penguatan di kawasan Asia.
Indeks Kospi naik 1,1 persen untuk hari ketiga berturut-turut, setelah menembus level 5.000 pada Kamis, sebuah tonggak yang dijanjikan Presiden Lee Jae Myung melalui reformasi pasar dan kebijakan pajak guna mengurangi fenomena “Korea discount”.
Penguatan indeks berbasis teknologi tersebut, yang ditopang oleh saham Samsung Electronics, terjadi setelah Intel memperkirakan pendapatan dan laba kuartalan di bawah ekspektasi pasar. Perusahaan itu masih kesulitan memenuhi permintaan chip server untuk pusat data kecerdasan buatan, yang membuat saham Intel anjlok 11 persen dalam perdagangan setelah jam bursa. (Aldo Fernando)