Pergeseran tersebut terjadi setelah laporan keuangan sejumlah bank besar dinilai lebih menjanjikan, sementara saham teknologi, khususnya yang terkait kecerdasan buatan (AI), mulai menghadapi aksi ambil untung.
Analis HSBC menilai tema investasi AI di Asia kembali menghadapi ujian setelah reli kuat sepanjang tahun ini yang dipimpin oleh saham semikonduktor.
"Setelah reli yang sangat kuat, muncul kembali kekhawatiran mengenai potensi kelebihan kapasitas dalam pembangunan infrastruktur AI. Pertanyaan besarnya adalah seberapa lama siklus AI dapat berlanjut dan apakah saat ini sudah memasuki fase akhir. Meski demikian, fundamental sektor ini masih terlihat solid," tulis HSBC dalam catatannya, dikutip Reuters.
Sentimen negatif juga tercermin di pasar berjangka Amerika Serikat (AS). Kontrak berjangka (futures) Nasdaq turun 0,7 persen, S&P 500 melemah 0,4 persen, sedangkan Euro Stoxx 50 Futures terkoreksi 0,5 persen.
Di Korea Selatan, pemerintah mengumumkan larangan sementara pencatatan ETF baru yang terkait dengan sejumlah perusahaan teknologi utama.