Otoritas juga menaikkan persyaratan dana minimum bagi investor ritel untuk berinvestasi pada produk tersebut sebagai upaya meredam volatilitas pasar.
Sementara itu, harga minyak kembali menguat setelah AS melan
carkan gelombang serangan baru terhadap Iran untuk melemahkan kemampuan militernya. Ketegangan geopolitik tersebut memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Harga minyak Brent naik 0,7 persen menjadi USD84,83 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,7 persen ke USD79,49 per barel.
Secara mingguan, kedua kontrak minyak tersebut berpotensi mencatat kenaikan lebih dari 11 persen, yang menjadi penguatan terbesar sejak April.
Analis valuta asing dan suku bunga Macquarie, Thierry Wizman, mengatakan hubungan AS dan Iran kini semakin memburuk sehingga meningkatkan risiko terhadap infrastruktur minyak di kawasan.