Di Australia, mengutip Trading Economics, indeks ASX 200 turun 1,28 persen ke 8.523 pada awal perdagangan, memperpanjang pelemahan dua sesi beruntun dan menyentuh level terendah sejak awal April.
Pelaku pasar cenderung berhati-hati setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran, memicu kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah semakin meluas. Kondisi itu turut mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak Juni melonjak USD4,18 atau 4,13 persen ke USD105,35 per barel setelah pertemuan AS-China tidak menghasilkan pengumuman terkait upaya China menghentikan perang di kawasan Teluk, sehingga blokade Selat Hormuz masih berlanjut.
Investor Asia juga mencermati rilis data ekonomi China yang dijadwalkan terbit hari ini, termasuk produksi industri dan penjualan ritel April, mengingat China merupakan mitra dagang utama bagi banyak negara di kawasan.
Selain Jepang dan Australia, indeks Hang Seng Hong Kong turut anjlok 1,32 persen, sementara Straits Times Index (STI) Singapura melemah 0,56 persen.