Imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan biaya utang secara global, terutama ketika perusahaan teknologi raksasa tengah gencar berutang untuk membiayai belanja modal kecerdasan buatan (AI).
Kondisi ini juga meningkatkan tingkat diskonto terhadap laba perusahaan dan memberikan tekanan terhadap valuasi saham.
Tekanan tersebut terlihat pada indeks Nikkei Jepang yang turun 0,65 persen, sehingga mencatat penurunan sekitar 4 persen sepanjang pekan ini.
Indeks saham Korea Selatan dan Taiwan masing-masing bergerak tipis menguat, tetapi keduanya masih berada di zona merah secara mingguan. Sementara itu, indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,5 persen.
Di Eropa, kontrak berjangka (futures) EURO STOXX 50 dan DAX bergerak sedikit melemah, sedangkan FTSE futures turun 0,1 persen.