Dengan kuasi reorganisasi, struktur ekuitas BWPT akan lebih baik tanpa terbebani defisit masa lalu. Selain itu, langkah ini ujuga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan mulai pemegang saham, kreditur, dan mitra usaha, terhadap prospek usaha, termasuk adanya harapan untuk membagikan dividen.
Secara teknis, kuasi reorganisasi tersebut akan mengeliminasi seluruh saldo defisit perseroan dengan agio saham alias tambahan modal disetor.
Rencana ini sebelumnya pernah diajukan pada Maret 2025 dan rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Mei. Namun, rencana tersebut gagal terlaksana berdasarkan surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. S-25/PM21/2025.
Perseroan meyakini rencana kuasi reorganisasi kali ini bakal memenuhi syarat. Salah satunya perseroan telah meraih rata-rata laba tahun berjalan Rp270,4 miliar dalam tiga tahun terakhir. Hal ini membuat saldo defisit berkurang dari Rp4,33 triliun pada 2023 menjadi Rp3,71 triliun pada 2025.
Selain itu, BWPT juga telah melaksanakan berbagai inisiatif strategis untuk meningkatkan produktivitas operasional mulai dari perbaikan fasilitas produksi hingga meningkatkan efisiensi.