Catat Nih! 127 Emiten Berpotensi Rilis Commercial Paper

Market News
Shifa Nurhaliza
Senin, 28 September 2020 17:15 WIB
Dari 814 emiten, terdapat 127 emiten yang telah menerbitkan obligasi/sukuk sehingga termasuk ke dalam kategori perusahaan yang berpotensi menerbitkan SBK.
Catat Nih! 127 Emiten Berpotensi Rilis Commercial Paper. (Foto: Ist)

IDXChannel - Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa dari 814 emiten, terdapat 127 emiten yang telah menerbitkan obligasi/sukuk sehingga termasuk ke dalam kategori perusahaan yang berpotensi menerbitkan SBK.

Dalam hal Surat Berharga Komersial (SBK) yang dimaksud adalah Commercial Papers (CP). maka pencatatan, perdagangan, dan pengaturannya tidak dilakukan di Bursa Efek Indonesia karena CP merupakan bagian dari instrumen pasar uang.

“Sampai dengan 24 September 2020 terdapat 814 emiten dan diantaranya terdapat 127 emiten yang telah menerbitkan obligasi/sukuk sehingga termasuk ke dalam kategori perusahaan yang berpotensi menerbitkan SBK,” jelas Nyoman, kepada awak media, pada Senin (28/9/2020).

Adapun Efek yang dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa, lanjut Nyoman, diantaranya adalah Saham, Obligasi, ETF, Efek Derivatif dan efek pasar modal lainnya.

“Emiten yang dianggap berpotensi menerbitkan SBK adalah emiten yang telah menerbitkan obligasi dan/atau sukuk di pasar modal dalam kurun waktu 5 tahun terakhir sebagaimana diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 19/9/PBI/2017 tentang “Penerbitan dan Transaksi SBK Komersial di Pasar Uang”,” ungkapnya.

Tercatat sepanjang 2020 telah dilakukan 135 penerbitan efek baru (46 saham, 81 obligasi/sukuk, 7 ETF, 1 EBA) dan masih terdapat 8 perusahaan yang berencana akan melakukan pencatatan saham dengan rincian, 3 perusahaan dari sektor Property, Real Estate and Building Construction, 3 perusahaan dari sektor Trade, Services and Investment, 1 perusahaan dari sektor Miscellaneous Industry, dan 1 perusahaan dari sektor Agriculture.

“Selain itu, terdapat 8 penerbit yang akan menerbitkan 10 emisi obligasi/sukuk yang berada dalam pipeline obligasi/sukuk di BEI (catatan: 1 perusahaan dapat menerbitkan lebih dari 1 emisi),” tandasnya. (*)

Baca Juga