“Pembayaran dividen MDIY berpeluang menjadi agenda yang berulang setiap tahun sepanjang fundamental perusahaan tetap berkembang. Dengan ekspansi gerai yang masih agresif, pertumbuhan penjualan yang kuat, dan profitabilitas yang terus meningkat, ruang perseroan untuk menjaga kebijakan distribusi dividen ke depan masih cukup terbuka,” ujar Abdul Azis.
Ia juga menilai model bisnis MDIY masih memiliki daya tahan karena menawarkan produk kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau.
“Model bisnis tersebut relevan karena masyarakat tetap membutuhkan produk kebutuhan harian, sementara preferensi terhadap harga yang kompetitif semakin kuat,” katanya.
Dari sisi kinerja, MDIY membukukan penjualan Rp2,36 triliun pada kuartal I-2026, meningkat dibandingkan Rp1,81 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba usaha tercatat naik menjadi Rp456,99 miliar dari Rp359,41 miliar.
Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp305,89 miliar dari Rp225,20 miliar pada kuartal I-2025. Laba per saham juga bertambah menjadi Rp12,14 dari sebelumnya Rp8,94.