Menurut Steven, pengembangan kawasan yang terintegrasi menjadi faktor penting dalam memperkuat daya tarik kawasan PIK2 sebagai pusat aktivitas bisnis baru. Pengembangan berbagai proyek strategis, termasuk Nusantara International Convention Exhibition (NICE), diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem bisnis, pariwisata, dan gaya hidup di PIK2.
"Dengan semakin berkembangnya aktivitas komersial di kawasan ini, kami optimistis PIK2 akan terus tumbuh sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi baru di wilayah pesisir utara Jakarta," tuturnya.
Per 31 Desember 2025, total aset CBDK tercatat Rp23 triliun, mencerminkan kuatnya fondasi keuangan CBDK dalam mendukung pengembangan kawasan secara berkelanjutan. Struktur neraca yang solid ini memberikan fleksibilitas bagi CBDK untuk terus mengembangkan proyek-proyek strategis serta mengoptimalkan nilai kawasan di PIK2 seiring meningkatnya aktivitas bisnis dan komersial di kawasan tersebut.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan jangka panjang, CBDK saat ini mengelola cadangan lahan seluas sekitar 702 hektare yang menjadi modal utama bagi pengembangan berbagai proyek residensial dan komersial bernilai tambah di kawasan PIK2. Dengan landbank strategis tersebut, CBDK memiliki visibilitas pengembangan jangka panjang sekaligus fleksibilitas untuk mendukung pipeline proyek masa depan serta mengoptimalkan monetisasi aset secara berkelanjutan.
Ke depan, CBDK optimistis bahwa pengembangan kawasan PIK2 akan terus menciptakan nilai ekonomi yang signifikan seiring dengan semakin berkembangnya ekosistem kawasan yang terintegrasi. Didukung oleh konektivitas strategis menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta melalui Tol Kataraja serta pembangunan berbagai infrastruktur dan fasilitas berskala besar, kawasan PIK2 memiliki potensi kuat untuk berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi baru di pesisir utara Jakarta yang mengintegrasikan hunian, pusat bisnis, pariwisata, serta destinasi gaya hidup modern.
(Rahmat Fiansyah)