Hal ini terjadi menjelang aksi korporasi rights issue yang tengah dipersiapkan CBRE. Masuknya investor baru dinilai mencerminkan adanya minat terhadap prospek bisnis perseroan, khususnya di sektor energi dan infrastruktur.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,86 persen ke level 6.969 pada perdagangan Jumat (8/5/2026), sejalan dengan tekanan jual yang terjadi pada sejumlah saham sektor komoditas dan pertambangan.
Sentimen pasar salah satunya dipengaruhi oleh rencana revisi skema tarif royalti mineral yang tengah disiapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dalam revisi PP Nomor 19 Tahun 2025, pemerintah mengusulkan penyesuaian tarif royalti progresif untuk beberapa komoditas seperti tembaga, emas, perak, nikel, dan timah.
Pelaku pasar menilai kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan beban industri tambang, terutama di tengah kondisi harga komoditas yang masih bergerak fluktuatif.
(Nadya Kurnia)