AALI
9300
ABBA
535
ABDA
6950
ABMM
1200
ACES
1265
ACST
252
ACST-R
0
ADES
2780
ADHI
920
ADMF
7675
ADMG
212
ADRO
1740
AGAR
370
AGII
1475
AGRO
2350
AGRO-R
0
AGRS
200
AHAP
69
AIMS
312
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
570
AKRA
4070
AKSI
434
ALDO
755
ALKA
228
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
457.34
-0.19%
-0.86
IHSG
6113.11
-0.15%
-9.38
LQ45
859.88
-0.17%
-1.43
HSI
24500.39
1.21%
+291.61
N225
30183.96
-0.19%
-56.10
NYSE
16599.80
0.37%
+60.65
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
797,200 / gram

Centratama (CENT) Catatkan Rugi Rp509,18 Miliar Sepanjang 2020, Cek Penjelasannya

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 17 Maret 2021 15:26 WIB
Hal ini menjadikan rugi bersih per saham perusahaan menjadi sebesar Rp16,33, sedangkan di akhir tahun 2019 tercatat laba per saham sebesar Rp0,29.
Hal ini menjadikan rugi bersih per saham perusahaan menjadi sebesar Rp16,33. (Foto: MNC M

IDXChannel - PT Centratama Telekomunikasi Tbk (CENT) mencatatkan rugi tahun berjalan senilai Rp509,18 miliar pada akhir tahun 2020. Angka tersebut memburuk dibanding akhir tahun 2019 dengan laba tahun berjalan sebesar Rp8,912 miliar. 

Hal ini menjadikan rugi bersih per saham perusahaan menjadi sebesar Rp16,33, sedangkan di akhir tahun 2019 tercatat laba per saham sebesar Rp0,29. 

Dengan penurunan laba per saham tersebut, perusahaan justru membukukan total pendapatan usaha sepanjang tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,096 triliun atau naik 31,88 persen, dibanding tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp831,77 miliar. 

Namun demikian, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp518,57 miliar atau naik 29,5 persen, dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp400,25 miliar. Sehingga laba kotor naik 33,87 persen menjadi Rp577,46 miliar.

Sebelumnya, pada tahun 2020 perseroan membukukan rugi nilai tukar sebesar Rp319,76 miliar, dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp14,35 miliar. Sedangkan pada sisi ekuitas tercatat sebesar Rp2,471 triliun atau turun 18,01 persen, dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp3,014 triliun. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD