Terlebih, struktur kepemilikan BBCA saat ini cukup terkonsentrasi.
PT Dwimuria Investama Andalan milik keluarga Hartono tercatat menguasai sekitar 54,94 persen saham BBCA dan menjadi pemegang saham pengendali.
Hingga riset tersebut diterbitkan, belum terdapat keterbukaan informasi mengenai niat pemegang saham pengendali untuk melepas kepemilikannya.
Menurut Nurkholis, investor sebaiknya tetap menilai BBCA berdasarkan kinerja keuangan, kekuatan franchise dana, kualitas aset, dan valuasi saham, bukan spekulasi mengenai perubahan kepemilikan.
Mirae Asset Sekuritas juga belum memasukkan premi akuisisi dalam penilaian BBCA. Informasi yang tersedia saat ini dinilai belum cukup untuk mengukur kemungkinan, struktur, maupun dampak finansial dari spekulasi yang mengaitkan DBS dengan BBCA. (Aldo Fernando)