AALI
9725
ABBA
302
ABDA
5825
ABMM
1370
ACES
1255
ACST
184
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2310
AGAR
360
AGII
1430
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
69
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
172
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
710
AKSI
690
ALDO
1390
ALKA
292
ALMI
288
ALTO
260
Market Watch
Last updated : 2022/01/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.19
-0.02%
-0.10
IHSG
6611.16
0.16%
+10.34
LQ45
947.02
0.02%
+0.16
HSI
23807.00
-1.99%
-482.90
N225
26170.30
-3.11%
-841.03
NYSE
16236.51
-0.64%
-103.81
Kurs
HKD/IDR 1,844
USD/IDR 14,383
Emas
837,385 / gram

Dear Investor, Kemenkeu Akan Terbitkan Obligasi Ritel Kelima Tahun Ini

MARKET NEWS
Advenia Elisabeth/MPI
Jum'at, 01 Oktober 2021 14:32 WIB
Pemerintah akan mengeluarkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel kelima pada tahun ini, yakni Obligasi Ritel seri ORI020.
Pemerintah akan mengeluarkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel kelima pada tahun ini, yakni Obligasi Ritel seri ORI020.  (Foto: MNC Media)
Pemerintah akan mengeluarkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel kelima pada tahun ini, yakni Obligasi Ritel seri ORI020. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah akan mengeluarkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel kelima pada tahun ini, yakni Obligasi Ritel seri ORI020. Adapun SBN ini akan mulai ditawarkan pada Senin, 4 Oktober 2021 mendatang.

Plt Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kemenkeu, Deni Ridwan memaparkan, alasan diluncurkannya SBN bertenor tiga tahun tersebut karena melihat animo masyarakat pada Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR015. Lebih dari itu, SBN seri ini  berhasil memecahkan rekor, baik dari sisi nominal maupun jumlah investor.

“Kita berhasil memperoleh Rp 27 triliun dengan jumlah investor sebesar 49 ribu, dimana 30 persen diantaranya merupakan investor baru,” katanya dalam diskusi di Market Review IDX Channel, Jumat (1/10/2021

Dengan tren seperti ini, Deni optimis ORI020 akan mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat. Kemudian, ia juga menilai bahwasanya efek dari pandemi menjadikan masyarakat sadar untuk mengelola keuangan dengan lebih baik termasuk pentingnya investasi semakin meningkat.

Oleh karena itu, dia bilang, Obligasi Ritel Investasi atau ORI ini menjadi salah satu alat investasi yang menarik untuk dipilih masyarakat lantaran aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan.

Sebagai informasi, 15 Oktober 2021 mendatang merupakan masa jatuh tempo sekaligus sebagai tanda bahwa instrumen tersebut tiga tenor SBN ORI015. Terkait hal ini, Deni mengharapkan para investor lama dapat menginvestasikan kembali uangnya di ORI020.

“Tanggal 15 nanti ORI015 sudah jatuh tempo. Saya harap agar investor-investor yang sudah mendapatkan manfaat dan menikmati berinvestasi di ORI, dapat investasi lagi di ORI020,” ujarnya.

Ia pun membeberkan alasan instrumen investasi ORI015 diberikan masa jatuh tempo. Hal itu lantaran penerbitan pada ORI020 nanti untuk menyasar pada para investor baru dan mengajak investor lama untuk kembali melakukan investasi pada instrumen tersebut.


“Jadi, investor lama kita beri kesempatan untuk bisa melakukan investasi lagi dengan membuat masa penawaran ORI sama dengan masa jatuh tempo pada obligasi sebelumnya,” terang dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, semenjak 2018 pemerintah mengalihkan sistem penawaran atau penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel ke sistem online, mendapatkan sambutan yang baik terutama pada generasi milenial.

Lanjutnya, transformasi cara penjualan SBN tersebut, juga dilandasi evaluasi pemerintah yang melihat pergerakan masyarakat yang terbatas sehingga mendorong masyarakat melakukan investasi. Terbukti, selama pandemi giat masyarakat dalam berinvestasi semakin meningkat.

“Karena masyarakat tidak bisa keluar rumah, nah ini justru menjadi kesempatan buat kita menawarkan layanan yang sangat nyaman untuk masyarakat dengan berinvestasi di rumah saja,” jelasnya.

Ia juga menerangkan bahwa kupon ORI020 yang ditetapkan sebesar 4,95%. Jumlah ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan SBN ritel seri sebelumnya, yakni SR015 yang menawarkan kupon sebesar 5,1%.


Meski demikian, masyarakat perlu mengetahui, pada skema investasi ORI020 ini terdapat struktur yang dirilis oleh Kementerian Keuangan. Yakni akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2024, investor ritel bisa memesan ORI020 dengan minimum pemesanan senilai Rp1 juta dan maksimum pemesanan Rp2 miliar. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD