Perubahan komposisi Kongres tersebut diperkirakan memperketat pengawasan terhadap pemerintahan sekaligus menghambat pengesahan kebijakan pajak dan belanja baru dalam skala besar.
Meski demikian, hak veto presiden tetap berlaku dan pemerintah masih memiliki keleluasaan dalam menentukan kebijakan perdagangan serta hubungan luar negeri.
Dalam riset pada 5 November 2026, analis Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menilai kebuntuan politik di Kongres berpotensi meredakan tekanan premi risiko fiskal AS.
Namun, pemerintahan diperkirakan akan semakin mengandalkan kewenangan eksekutif, terutama dalam kebijakan perdagangan dan luar negeri.
Meredanya kekhawatiran fiskal turut tercermin dari pergerakan pasar obligasi dan dolar AS.