Indeks dolar AS (DXY) turun ke level terendah dalam sebulan di 101,4, sedangkan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun berada di 4,92 persen atau 27 basis poin lebih rendah dibandingkan pertengahan Oktober 2026.
Imbal hasil US Treasury tenor dua tahun juga turun 19 basis poin seiring meredanya ekspektasi suku bunga. Kendati demikian, perubahan politik di Kongres tidak mengubah arah kebijakan Federal Reserve (The Fed).
Rully menilai The Fed masih cenderung hawkish. Dalam proyeksinya, bank sentral AS masih berpeluang menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 8-9 Desember 2026, sehingga suku bunga acuan berada di kisaran 4,00-4,25 persen.
Di pasar komoditas, penurunan harga minyak justru menjadi salah satu peluang bagi Indonesia.
Harga minyak mentah Brent turun ke sekitar USD95 per barel pada pagi 5 November 2026, dari USD118 per barel pada 30 Oktober 2026.