“Penguatan brand positioning menjadi sangat penting. Rebranding bukan hanya soal perubahan visual, tetapi bagaimana menciptakan brand experience yang mampu membangun persepsi dan kepercayaan pelanggan. Experience will drive brand perception, not merely a campaign. Karena itu, transformasi PaDi UMKM melalui tagline #PengadaanLebihTenang harus memiliki tujuan yang jelas dan relevan dengan kebutuhan pelanggan. Ketika berbicara mengenai pengadaan digital BUMN, maka PaDi UMKM harus menjadi top of mind,” ujar Dendi dalam pernyataan resminya, Senin (25/5/2026).
Sementara itu, Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi menyampaikan, komitmen Telkom melalui PaDi UMKM dalam menghadirkan platform pengadaan digital yang aman dan sesuai prinsip Good Corporate Governance.
“PaDi UMKM berkomitmen menghadirkan #PengadaanLebihTenang melalui platform yang memenuhi standar governance, dilengkapi keamanan siber berlapis, kepatuhan terhadap UU Perlindungan Data Pribadi, serta sertifikasi ISO 27001. Kami juga terus mendorong UMKM agar dapat tumbuh dan terhubung secara berkelanjutan dalam ekosistem digital,” ujar Faizal.
PBFS 2026 turut menghadirkan 29 seller rekomendasi dari berbagai kategori kebutuhan perusahaan dan BUMN, mulai dari elektronik, alat tulis kantor, jasa, food & beverage, hingga kebutuhan operasional lainnya.
Tahun 2026 menjadi tahun keempat penyelenggaraan PBFS. Dengan rangkaian program yang lebih panjang dan intensif, PaDi UMKM optimistis dapat mendorong peningkatan transaksi melampaui capaian tahun 2025 sebesar Rp2,5 triliun serta memperkuat peran digitalisasi pengadaan dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan kemandirian ekonomi nasional.
(Dhera Arizona)