AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Digugat Pailit oleh Maybank, Ini Penjelasan Pan Brothers (PBRX)

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Jum'at, 06 Agustus 2021 11:15 WIB
Sebelumnya Perseroan mendapatkan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), kali ini PBRX digugat pailit.
Sebelumnya Perseroan mendapatkan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), kali ini PBRX digugat pailit. (Foto: MNC Media)
Sebelumnya Perseroan mendapatkan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), kali ini PBRX digugat pailit. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Produsen garmen PT Pan Brothers Tbk (PBRX) kembali memperoleh gugatan dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Setelah sebelumnya Perseroan mendapatkan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), kali ini PBRX digugat pailit.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/8/2021), Pan Brothers menerima pemberitahuan dari Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 4 Agustus 2021 bahwa PT Bank Maybank Indonesia Tbk telah mengajukan permohonan pailit terhadap PT Pan Brothers Tbk ke Pengadilan l.

"Perseroan ingin meyakinkan semua pihak bahwa Perseroan akan melakukan segala daya untuk menantang dan menyelesaikan Permohonan Kepailitan ini untuk membela hak-hak semua pemangku kepentingan kami, termasuk sebagian besar kreditur kami yang telah mendukung kami selama proses restrukturisasi," tulis keterangan manajemen Pan Brothers.

Manajemen PBRX memastikan kegiatan operasional tetap berjalan dengan baik, meskipun menghadapi tantangan yang sulit karena siklus konversi kas yang memanjang di seluruh industri. Hal itu terutama didorong oleh pandemi COVID-19, dan pengurangan trade lines yang signifikan. 

Di tengah situasi yang tidak menguntungkan ini, Perseroan berhasil meningkatkan penjualan sebesar 4 persen menjadi USD 126,2 juta pada kuartal I-2021 dibandingkan dengan kuartal I-2020. Hal tersebut sebagian besar didorong oleh dukungan dan kepercayaan dari pembeli dan pemasok yang telah bersedia membantu Perseroan mengelola kebutuhan modal kerja untuk memastikan kegiatan operasional dapat terus berjalan lancar tanpa pengurangan karyawan/pemutusan hubungan kerja selama masa
sulit ini. Perlu juga dicatat bahwa Perseroan masih terus membayar bunga atas utang- utangnya. 

Manajemen juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi secara intensif dengan pemberi pinjaman sindikasi dan bilateral pada rencana restrukturisasi untuk mengubah persyaratan hutangnya. 

"Terlepas dari tindakan yang dilakukan oleh Maybank, pemberi pinjaman mayoritas telah menyetujui persyaratan yang di ajukan dan sedang dalam proses persetujuan kredit," kata manajemen PBRX.

Pan Brothers menyampaikan bahwa permohonan PKPU yang diajukan oleh Maybank telah menyita banyak waktu dan fokus Perseroan selama dua bulan terakhir dan menyebabkan tertundanya proses restrukturisasi. Sebelum Permohonan PKPU ditolak, Perseroan dengan itikad baik telah berkali-kali menghubungi Maybank dengan proposal penyelesaian, tidak ada satupun yang diterima oleh Maybank. 

Mempertimbangkan hal ini, kami mempertanyakan apa yang mendorong Maybank tetap bersikeras untuk mengajukan gugatan ini," tulis Pan Brothers.

Berdasarkan Siaran Pers Perseroan tertanggal 27 Juli 2021, Pengadilan Tinggi Niaga Jakarta Pusat telah memutuskan untuk menolak Permohonan PKPU yang sebelumnya diajukan oleh Maybank untuk seluruhnya dan menghukum Maybank untuk membayar biaya perkara. Pertimbangan hukum putusan penolakan PKPU tersebut sebagian besar didorong oleh Putusan Moratorium dimana Pengadilan Singapura mengabulkan moratorium Pan Brothers selama 6 bulan, hingga 28
Desember 2021. 

Dengan mempertimbangkan Putusan Moratorium Singapura, Majelis Hakim menyatakan bahwa Maybank tidak memiliki legal standing untuk mengajukan permohonan PKPU dalam perkara ini, dan kalaupun perkara ini diteruskan, hal ini akan membuat pemeriksaan perkara menjadi tidak sederhana (yang bertentangan dengan syarat permohonan PKPU yang diatur dalam Undang-Undang Kepailitan Indonesia). Majelis Hakim juga ingin menghindari tumpang tindihnya dua yurisdiksi hukum dalam penyelesaian. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD