Namun, MSCI menilai data yang diusulkan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan metodologi mereka. Jika hingga Mei 2026 data yang diminta belum dapat dipenuhi, MSCI berpotensi menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Frontier Market.
"Kalau sampai Mei tidak terpenuhi, mereka menyampaikan potensi penurunan peringkat. Ini yang menjadi perhatian serius kami," kata Iman.
Saat ini Indonesia berada di kategori Emerging Market bersama negara seperti Malaysia, sementara jika diturunkan akan sejajar dengan Vietnam dan Filipina dalam klasifikasi Frontier Market.
Meski demikian, Iman menegaskan, hingga periode Februari–Mei 2026 tidak ada perubahan komposisi emiten Indonesia dalam indeks MSCI, sehingga bobot pasar (market share) Indonesia tetap berada di kisaran 1,5 persen.
"Tidak ada penambahan atau pengurangan emiten, market share kita tetap," ujarnya.