Iman juga menegaskan, upaya peningkatan transparansi data bukan semata-mata untuk memenuhi permintaan MSCI, tetapi demi perbaikan kualitas pasar modal Indonesia secara keseluruhan.
"Ini bukan karena permintaan MSCI semata, tapi untuk pasar modal Indonesia. Transparansi data yang baik akan menguntungkan semua investor," katanya.
Diskusi dengan MSCI masih terus berlangsung dan tidak berhenti pada pekan lalu. BEI, OJK, dan KSEI terus mengevaluasi apakah kebutuhan metodologi MSCI dapat dipenuhi melalui penguatan kualitas data kustodian.
Iman pun mengimbau investor agar tidak bereaksi berlebihan terhadap isu ini.
"Kami tidak berharap investor panik. Kami komitmen untuk memenuhi transparansi yang dibutuhkan dan menjaga kepercayaan pasar," ujar Iman.
(Dhera Arizona)