sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ditopang Bisnis Pengolahan Limbah, TBS Energi (TOBA) Balik Posisi Arus Kas Jadi Positif

Market news editor Taufan Sukma Abdi Putra
01/05/2026 20:04 WIB
TOBA kini lebih berfokus pada penguatan stabilitas operasional pada lini bisnis pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik.
Ditopang Bisnis Pengolahan Limbah, TBS Energi (TOBA) Balik Posisi Arus Kas Jadi Positif (foto: iNews Media Group)
Ditopang Bisnis Pengolahan Limbah, TBS Energi (TOBA) Balik Posisi Arus Kas Jadi Positif (foto: iNews Media Group)

"Bisnis pengelolaan limbah sejauh ini telah menunjukkan resiliensi di segala situasi ekonomi. Terlepas dari fluktuasi pasar maupun ketidakpastian global, segmen ini terbukti mampu memberikan arus pendapatan yang stabil dan berulang, dengan tingkat profitabilitas yang sangat tinggi," ujar Juli.

Perkembangan operasional di segmen ini meliputi Cora Environment Singapura yang melayani lebih dari 470.000 pelanggan dengan tingkat ketersediaan fasilitas operasional mencapai 100 persen, Asia Medical Enviro Services (AMES) yang mempertahankan posisi di pasar pengelolaan limbah medis Singapura dengan pangsa pasar sekitar 45 persen, serta ARAH Environmental, Indonesia, yang melayani lebih dari 5.000 pelanggan di berbagai sektor yang tersebar di 15 provinsi.

Pada segmen energi terbarukan, PLTM (Mini Hydro) berkapasitas 6MW telah beroperasi secara penuh dan memberikan kontribusi pendapatan sebesar USD3,2 juta. Sementara, proyek PLTS Terapung berkapasitas 46MWp juga telah mencapai progres pembangunan dengan target penyelesaian operasional pada triwulan IV-2026.

Sedangkan segmen kendaraan listrik melalui Electrum juga menunjukkan tren kenaikan yang kuat, di mana pendapatan dari penjualan dan penyewaan tumbuh hampir 2,5 kali lipat sebesar 137,82 persen dari USD1,3 juta menjadi USD3,2 juta.

"Pertumbuhan nilai ini didukung oleh ekspansi operasional yang signifikan, terlihat dari jumlah unit motor listrik yang beroperasi meningkat dari 5.100 unit pada Maret 2025 menjadi 9.082 unit pada Maret 2026," ujar Juli.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement