"Dengan cadangan lahan yang solid, ekosistem township yang matang, serta potensi pertumbuhan penjualan dan pendapatan berulang, ASRI berada pada posisi yang menarik untuk memanfaatkan pemulihan sektor properti dalam jangka menengah,” tulis analis Phintraco Sekuritas Nurwachidah, Rabu (14/1/2026).
Dari sisi fundamental aset, ASRI memiliki landbank seluas 1.936,5 hektare hingga September 2025. Dengan cadangan lahan tersebut, perseroan memiliki visibilitas pengembangan proyek untuk 15 hingga 20 tahun ke depan.
Landbank ASRI tersebar di kawasan township terintegrasi yang strategis di koridor Jakarta-Tangerang, dengan akses dekat ke jalan tol utama, pusat bisnis Jakarta, serta Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Lokasi yang strategis ini dinilai meningkatkan kualitas pengembangan sekaligus potensi monetisasi proyek. Untuk menjaga keberlanjutan cadangan lahan, ASRI secara konsisten mengalokasikan belanja modal (capex) lahan sekitar Rp150–200 miliar per tahun.
Dari sisi penjualan, ASRI mencatatkan marketing sales sebesar Rp2,1 triliun hingga kuartal III, setara dengan 40 persen dari target penjualan penuh 2025 yang sebesar Rp3,5 triliun.