sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ditopang Penjualan Lahan, Laba Alam Sutera (ASRI) Berpotensi Melonjak di 2026 

Market news editor Desi Angriani
18/01/2026 15:00 WIB
Laba bersih ASRI diperkirakan mencapai Rp35 miliar pada 2025 dan melonjak menjadi Rp202 miliar pada 2026.
Ditopang Penjualan Lahan, Laba Alam Sutera (ASRI) Berpotensi Melonjak di 2026 (Foto: dok ASRI)
Ditopang Penjualan Lahan, Laba Alam Sutera (ASRI) Berpotensi Melonjak di 2026 (Foto: dok ASRI)

Kontribusi terbesar berasal dari penjualan rumah tapak dan land plot yang mencapai Rp1,3 triliun, dengan proyek unggulan seperti Sutera Rasuna, The Gramercy, dan Sutera Nexen sebagai penopang utama.

Untuk mengejar target tahunan, ASRI terus mengakselerasi penjualan inventori sekaligus meluncurkan produk baru bertajuk DOMAIN. Perseroan menawarkan 10 unit DOMAIN yang berlokasi strategis dengan aksesibilitas tinggi dan eksposur pasar yang kuat, guna menarik minat konsumen dan investor.

Phintraco Sekuritas menyebutkan, ASRI memiliki ekosistem bisnis yang kuat dengan potensi besar dalam mengoptimalkan pendapatan berulang (recurring income). 

Pengembangan dua township utama, yakni Alam Sutera dan Suvarna Sutera, menjadi tulang punggung bisnis perseroan. Di dalam kawasan tersebut, ASRI secara konsisten mengembangkan supercluster dan cluster baru untuk memperkuat ekosistem sekaligus menopang kinerja pemasaran.

Pendapatan berulang juga ditopang oleh berbagai infrastruktur penunjang seperti Mall @Alam Sutera, gedung perkantoran, rumah sakit, hotel, serta area komersial lainnya. Di luar sektor properti, ASRI turut mengelola destinasi wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali yang menarik lebih dari satu juta pengunjung per tahun, sehingga memberikan kontribusi tambahan dari segmen pariwisata.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement