Lalu beban usaha turun menjadi USD58,34 juta dengan laba usaha yang melonjak menjadi USD381,76 juta dari USD203,32 juta.
Hingga Juni 2026, total aset ADRO mencapai USD7,8 miliar, melonjak dari posisi sebelumnya USD6,81 miliar. Kenaikan aset disebabkan oleh peningkatan persediaan dan aset tetap seiring peningkatan aset hak guna yang disertai peningkatan persediaan aluminium ingot.
Jumlah liabilitas juga tercatat meningkat menjadi USD2,68 miliar dikarenakan adanya perjanjian sewa baru terkait dengan sewa bangunan dan peralatan, sedangkan total ekuitas mencapai USD5,13 miliar seiring adanya penarikan tambahan atas fasilitas pinjaman untuk pembiayaan proyek smelter aluminium.
(DESI ANGRIANI)