AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Dituduh Serobot Lahan, Baramulti Suksessarana (BSSR) Buka Suara

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Sabtu, 18 Desember 2021 15:10 WIB
PT Baramulti Suksessarana Tbk buka suara terhadap pernyataan yang menuduh anak usaha perseroan PT Antang Gunung Merantus serobot lahan.
Dituduh Serobot Lahan, Baramulti Suksessarana (BSSR) Buka Suara(Dok.MNC Media)
Dituduh Serobot Lahan, Baramulti Suksessarana (BSSR) Buka Suara(Dok.MNC Media)

IDXChannel - PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) buka suara terhadap pernyataan yang menuduh anak usaha perseroan PT Antang Gunung Merantus (AGM) menggunakan tanah milik pihak lain sebagai jalan akses pelabuhan untuk mengangkut batu bara.

Sebelumnya, sebuah kelompok yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Mahasiswa Indonesia Raya (Alpalmar) berunjuk rasa di depan Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (15/12/2021).

Kelompok ini meminta BEI memberi teguran keras terhadap BSSR, induk usaha dari AGM, terkait dugaan penyerobotan lahan tambang milik PT Tapi Coal Terminal (TCT). Sengketa ini berdampak terhadap penutupan akses pelabuhan dan terhentinya aktivitas penambangan.

PT AGM sejak tahun 2011 dinilai telah menggunakan lahan seluas 2.000 meter per segi milik TCT yang berlokasi di Km 101, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan sebagai akses ke pelabuhan untuk mengangkut komoditas batu bara.

"AGM tidak melakukan penyerobotan atas lahan pihak ketiga seperti yang dituduhkan dalam Surat Pernyataan Sikap ALPAMAR," kata manajemen perseroan dalam Keterbukaan Informasi, Jumat (17/12/2021).

Menurut perseroan, permasalahan tersebut timbul karena terjadinya sengketa atas pelaksanaan PKS Tukar Pakai Penggunaan Tanah 2010 yang mengikat AGM dan TCT.

"TCT secara sepihak mengingkari PKS Tukar Pakai Penggunaan Tanah 2010 dan melakukan penutupan secara sepihak terhadap ruas jalan angkut batubara AGM pada bidang tanah yang menjadi objek PKS Tukar Pakai Penggunaan Tanah 2010," tutur perseroan.

Perseroan menuturkan bahwa AGM dan TCT telah melaksanakan kesepakatan tersebut sejak 2011 yang saat itu dibuat bersama PT Anugerah Tapin Persada (ATP).

Dalam PKS Tukar Pakai Penggunaan Tanah 2010, ATP disebut berhak menggunakan tanah AGM seluas 9 meter x 202.7 meter di sebelah timur underpass KM 101 untuk jalan angkut batubara ATP

Sedangkan AGM juga menyatakan berhak memakai tanah ATP seluas 16 meter x 114 meter di sebelah barat underpass KM 101 untuk jalan angkut batubara AGM.

"Sekitar tahun 2010, ATP beralih ke PT Bara Multi Pratama (BMP) dan kemudian beralih ke TCT," lanjutnya.

"Dalam perjanjian kerja sama tersebut disebutkan bahwa Perjanjian ini akan mengikat Para Pihak dan Penerusnya, beralihnya kepemilikan atas bidang-bidang tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 perjanjian ini tidak menyebabkan berakhirnya Perjanjian ini," terang perseroan.

Sebagai usaha mengatasi sengketa ini, pihak AGM menyatakan telah menempuh upaya hukum dan ikut dalam upaya mediasi dari pejabat dan aparat hukum setempat.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD