Data tersebut semakin mengukuhkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga bulan ini. Kontrak berjangka Fed funds saat ini mencerminkan probabilitas implisit sebesar 95,6 persen bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga ketika rapat dua harinya berakhir pada 28 Januari, tidak berubah dari sehari sebelumnya, menurut FedWatch Tool milik CME Group.
Volatilitas di sebagian besar pasangan mata uang relatif rendah pada awal perdagangan Asia, menjelang kemungkinan putusan Mahkamah Agung AS terkait legalitas tarif darurat yang diberlakukan Trump.
Terhadap yen Jepang, dolar AS terakhir tercatat stagnan di 159,025 yen. Terhadap yuan China yang diperdagangkan di luar negeri (offshore) di Hong Kong, dolar AS terakhir stagnan di 6,9708 yuan, menjelang rilis data perdagangan China untuk Desember yang dijadwalkan beberapa jam kemudian.
Dolar Australia terakhir naik 0,1 persen ke level USD0,6688, sementara dolar Selandia Baru menguat tipis 0,1 persen ke USD0,5740. Euro tercatat stagnan di USD1,1642, sementara poundsterling Inggris juga bertahan di USD1,3423.
(NIA DEVIYANA)