IDXChannel - Dolar AS kembali menguat mendekati level tertinggi dalam satu bulan pada awal perdagangan Asia, Rabu (14/1/2026), setelah data inflasi AS (CPI) yang dirilis sejalan dengan perkiraan.
Data ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir bulan ini, meskipun ada tekanan dari Gedung Putih terhadap Ketua The Fed Jerome Powell.
Melansir Reuters, indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama naik 0,3 persen ke level 99,18.
Kenaikan ini memangkas pelemahan yang terjadi pada hari sebelumnya, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam Ketua The Fed Jerome Powell dengan tuntutan pidana. Para pimpinan bank sentral global dan CEO bank-bank besar Wall Street pada Selasa menyatakan dukungan mereka terhadap Powell.
“Intervensi semacam itu berisiko menimbulkan konsekuensi negatif berupa inflasi yang lebih tinggi, biaya pendanaan pemerintah yang lebih mahal, serta volatilitas yang lebih besar dalam aktivitas ekonomi,” ujar Kepala Ekonomi G3 di ANZ London, Brian Martin.
Pada Selasa, data menunjukkan harga konsumen AS naik 0,3 persen pada Desember dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh biaya sewa dan makanan yang lebih tinggi, seiring memudarnya sejumlah distorsi akibat penutupan pemerintahan (government shutdown) yang sebelumnya menekan inflasi secara artifisial pada November.