sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Penyelidikan terhadap Powell Picu Aksi Jual pada Dolar AS

Market news editor Nia Deviyana
13/01/2026 09:31 WIB
Dolar bertahan di zona pelemahan pada Selasa (13/1/2026) setelah pemerintahan Trump membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell.
Penyelidikan terhadap Powell Picu Aksi Jual pada Dolar AS. Foto: AP.
Penyelidikan terhadap Powell Picu Aksi Jual pada Dolar AS. Foto: AP.

IDXChannel - Dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di zona pelemahan pada Selasa (13/1/2026) setelah pemerintahan Trump membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Hal ini, otomatis mengancam independensi bank sentral dan kepercayaan terhadap aset-aset Amerika Serikat (AS).

Investor masih berusaha mencerna kabar penyelidikan yang terungkap pada Minggu malam. Langkah ini menuai kecaman dari mantan pimpinan The Fed dan menandai eskalasi drastis dalam kampanye presiden AS untuk menekan bank sentral agar memangkas suku bunga lebih cepat.

Reaksi pasar sejauh ini adalah aksi jual terhadap dolar dan obligasi pemerintah AS (Treasuries), sementara kegelisahan juga mendorong sebagian investor mencari aset aman seperti emas. 

Namun, tekanan jual tersebut masih jauh lebih terukur dibandingkan gejolak yang terjadi setelah Trump memberlakukan tarif besar-besaran pada April lalu.

"Episode ini relatif ringan, dengan pelemahan USD dan UST yang hanya terbatas, karena pasar kemungkinan menilai ini sebagai bentuk ancaman yang pada akhirnya akan berlalu,” kata Kepala Riset Makro Mizuho untuk Asia di luar Jepang, Vishnu Varathan, dilansir Reuters.

Euro stabil di level USD1,1663 pada perdagangan awal Asia, setelah sempat naik hingga 0,5 persen pada sesi sebelumnya. Pound sterling juga relatif tidak berubah di USD1,3463, mempertahankan kenaikan 0,47 persen pada Senin.

Franc Swiss mendapat tambahan permintaan sebagai aset aman dan sedikit menguat ke 0,7974 per dolar, sementara indeks dolar terakhir berada di 98,92, mencatat hari terburuknya dalam tiga pekan pada sesi sebelumnya.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement