IDXChannel – Indeks saham utama AS dibuka melemah pada perdagangan Senin (13/1/2026) seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap independensi bank sentral setelah pemerintahan Presiden Donald Trump kembali melancarkan serangan terhadap Federal Reserve (The Fed).
Sentimen pasar juga tertekan oleh rencana pemerintah AS untuk memberlakukan batas suku bunga kartu kredit maksimal 10 persen mulai 20 Januari, yang langsung membebani saham-saham sektor keuangan.
Pemerintahan Trump bahkan mengancam akan mendakwa Ketua The Fed Jerome Powell terkait kesaksiannya di Kongres mengenai proyek renovasi gedung bank sentral. Powell menilai langkah tersebut hanya dijadikan dalih untuk meningkatkan pengaruh pemerintah terhadap kebijakan suku bunga yang sejak awal masa jabatan Trump didorong untuk dipangkas agresif.
Pendiri Reflexifity, Giuseppe Sette menilai, ketegangan tersebut menunjukkan konflik terbuka antara Gedung Putih dan The Fed. Dia mengatakan, pasar tetap berada dalam tren positif meskipun tekanan kebijakan meningkat.
“Pada akhirnya, pasar bullish masih memiliki ruang untuk berlanjut dan peluang kenaikan tetap terbuka terlepas dari dinamika kebijakan internal maupun eksternal,” ujarnya dikutip dari Reuters.