The Fed akan menggelar pertemuan kebijakan selama dua hari yang berakhir pada Rabu waktu setempat. Semakin banyak perusahaan pialang besar yang menilai bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pekan ini, mengingat lonjakan harga minyak sepanjang bulan serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar sedikitnya 25 basis poin pada pengumuman kebijakan pekan ini mencapai 36,3 persen, naik dari 16 persen sepekan lalu. Sementara itu, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September mencapai 81 persen.
Investor juga akan mencermati data Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal II serta inflasi inti PCE (Core Personal Consumption Expenditures), yang merupakan indikator inflasi pilihan The Fed, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi terbesar di dunia tersebut.
Pekan Padat Agenda Bank Sentral
Bank of England (BoE) dan Bank of Japan (BoJ) diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan masing-masing yang dijadwalkan berlangsung Kamis dan Jumat, sembari tetap berhati-hati terhadap perkembangan inflasi.
Dengan nilai tukar yen yang masih berada di dekat level terendah dalam 40 tahun terhadap dolar AS, BoJ diperkirakan tetap membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut guna membendung pelemahan mata uangnya.