Kontrak berjangka minyak mentah Brent melonjak 3,3 persen menjadi USD90,97 per barel pada awal perdagangan Asia, setelah AS mengumumkan telah memulai sembilan malam beruntun serangan terhadap Iran. Sebelumnya, Washington juga mengumumkan sedikitnya dua personel militernya tewas di Yordania.
Pelaku pasar masih memperkirakan Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli. Kontrak berjangka Fed Funds mencerminkan probabilitas 85,6 persen bahwa bank sentral akan menahan suku bunga, naik dibandingkan peluang 61,5 persen sebulan lalu, berdasarkan alat FedWatch milik CME Group.
Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, pada Jumat lalu menambah daftar pejabat bank sentral yang berpendapat suku bunga kemungkinan masih perlu dinaikkan untuk menekan inflasi yang tetap tinggi. Hal ini membuka peluang terjadinya perdebatan sengit pada pertemuan The Fed berikutnya, sekaligus kemungkinan munculnya perbedaan pendapat (dissent) pada rapat kedua yang dipimpin Ketua The Fed Kevin Warsh.
(NIA DEVIYANA)