Di sisi lain, terdapat potensi penyeimbang dari sisi arus masuk dana. Jika hasil peninjauan Juni 2026 positif, MSCI berpeluang membuka kembali peluang inklusi saham baru pada Agustus 2026.
Bahana mengidentifikasi hingga empat emiten yang berpotensi masuk indeks, dengan estimasi arus masuk dana pasif (passive inflow) mencapai USD260 juta atau Rp4,42 triliun.
Namun, arus masuk ini bersifat kondisional dan belum tentu sepenuhnya mengimbangi potensi arus keluar.
“Dengan dasar itu, pipeline tersebut hanya menjadi penahan sebagian, bukan pelindung penuh terhadap dampak penyesuaian HSC dan free float, namun cukup untuk memperkecil arus keluar bersih (net outflow),” tulis laporan tersebut.
Dalam konteks ini, Bahana melihat dua pendekatan strategi bagi investor. Pertama, melirik saham murah (undervalued) di luar indeks MSCI yang dinilai belum terekspos tekanan reformasi pasar dan lebih digerakkan oleh fundamental.