AALI
9650
ABBA
248
ABDA
0
ABMM
2350
ACES
785
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7125
ADHI
800
ADMF
8050
ADMG
175
ADRO
2870
AGAR
320
AGII
2080
AGRO
700
AGRO-R
0
AGRS
121
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1500
AKRA
1035
AKSI
294
ALDO
875
ALKA
296
ALMI
306
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
531.18
-1.2%
-6.43
IHSG
6942.35
-0.77%
-54.11
LQ45
995.71
-1.18%
-11.93
HSI
21974.89
-1.98%
-444.08
N225
26804.60
-0.91%
-244.87
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,890
USD/IDR 14,848
Emas
867,193 / gram

Dua Penyebab Yen Jepang Merosot Tajam Sejak 1998

MARKET NEWS
Viola Triamanda/MPI
Kamis, 23 Juni 2022 15:22 WIB
Yen Jepang merosot tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bahkan merupakan yang terendah sejak 1998 atau 24 tahun.
Dua Penyebab Yen Jepang Merosot Tajam Sejak 1998 (FOTO: MNC Media)
Dua Penyebab Yen Jepang Merosot Tajam Sejak 1998 (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Yen Jepang merosot tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bahkan merupakan yang terendah sejak 1998 atau 24 tahun. Salah satu penyebabnya adalah kebijakan bunga rendah yang diterapkan Jepang.

Pengamat Ekonomi dan Pasar Modal Yanuar Rizky menyatakan bahwa merosotnya Yen Jepang diakibatkan oleh 2 alasan.

Alasan awalnya adalah kebijakan Jepang sedari dulu yang menerapkan bunga rendah. Mata uang yen lebih banyak melakukan selisih bunga ke mata uang dolar Amerika (USD). Jepang juga diketahui masuk ke instrumen negara lain.

"Yen sendiri banyak mengambil instrumen di pasar keuangan negara lain, ini memang upaya yang dilakukan Jepang untuk melakukan headging (melindungi nilai mata uang) terhadap US Dollar" jelasnya.

Menurutnya alasan selanjutnya disebabkan oleh Jepang yang memegang US Treasury yang besar. Pasalnya Jepang dan China memegang 40 persen US Treasury. US Treasury merupakan imbal hasil Obligasi Pemerintah AS yang diperhitungkan dari nilai bunga (coupon rate) dibagi dengan harga pasar. Biasanya Harga dan yield Obligasi Pemerintah AS berubah-ubah sesuai dengan permintaan dan penawaran di pasar obligasi Amerika Serikat.

"Yang memegang 60 persen Us Treasury adalah The Fed, dan 40 persen lagi dipegang oleh China dan Jepang dengan pembagian 19 persen dan 21 persen, nominal yang dipegang masing-masing akan mengalami pergantian,” ungkapnya.

Jadi berdasarkan penjelasan Yanuar, ketika US Treasury yieldnya naik, the fed akan mulai menjual surat hutang. 

"Ketika surat hutang jatuh, yieldnya naik sehingga dolar indeksnya jadi menguat. Jadi yennya melemah, seperti itu secara teknis" pungkasnya (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD