AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Efek Suku Bunga The Fed, Rupiah Hari Ini Loyo di Rp14.398 per USD

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 06 Januari 2022 10:02 WIB
Berdasarkan pasar spot Bloomberg hingga pukul 09:30 WIB, rupiah terpantau turun 27 poin atau -0,19 persen di harga Rp14.398 per 1 dolar AS.
Efek Suku Bunga The Fed, Rupiah Hari Ini Loyo di Rp14.398 per USD (FOTO: MNC Media)
Efek Suku Bunga The Fed, Rupiah Hari Ini Loyo di Rp14.398 per USD (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Nilai rupiah pada perdagangan pagi ini, Kamis (6/1/2022) tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Berdasarkan pasar spot Bloomberg hingga pukul 09:30 WIB, rupiah terpantau turun 27 poin atau -0,19 persen di harga Rp14.398 per 1 dolar AS.

Yuan China merosot -0,24 persen di 6,3705, Yen Jepang naik 0,18 persen di 115,89, dan Baht Thailand anjlok -0,29 persen di 33.285. Dolar Hong Kong stagnan 0,00 persen di 7,7965 dan Dolar Australia tertekan -0,24 persen di 0,7202.

Adapun Won Korea Selatan melambung 0,12 persen di 1.198,67, Ringgit Malaysia turun -0,23 persen di 4,2015, dan Dolar Singapura tumbuh 0,02 persen di 1,3573. Peso Filipina terpuruk -0,15 persen di 51,115, dan Dolar Taiwan tergelincir -0,10 persen di 27,636.

Indeks Dolar AS yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya kembali mulai mengalami tekanan -0,02 persen menjadi 96,14.

Sebagai catatan, Dolar masih perkasa terhadap yen Jepang, mendekati level tertingginya selama lima tahun terakhir. Hal ini didukung oleh kenaikan imbal hasil treasuri Amerika Serikat di tengah meningkatnya ekspektasi atas kenaikan suku bunga dari Federal Reserve pada bulan Maret tahun ini.

Antisipasi pengetatan kebijakan yang lebih cepat dari Fed melemahkan aset berisiko, yang membuat pound Inggris mulai berbalik arah, menurun dari level tertingginya hampir dua bulan terakhir.

Sebelumnya sejumlah pejabat Fed mengatakan pasar tenaga kerja AS yang "sangat ketat" memerlukan kenaikan suku bunga lebih cepat. Hal tersebut mengindikasikan Fed dapat mengurangi kepemilikan aset bank sentral secara keseluruhan untuk mengatasi tingginya inflasi.

Laporan Ketenagakerjaan Nasional dari ADP menunjukkan tingkat pekerjaan sektor swasta di AS melonjak pada bulan lalu, lebih dari dua kali lipat dari perkiraan ekonom yang disurvei oleh Reuters, berpotensi meningkatkan ekspektasi untuk angka non-farm payrolls yang akan dirilis Jumat.

"Dengan peluang kenaikan suku bunga di bulan Maret dan ancaman pengetatan kuantitaif tahun ini, USD harusnya bisa mempertahankan kekuatannya," tulis ahli strategi TD Securities dalam sebuah laporan, dilansir Reuters, Kamis (6/1/2022).

Meskipun Fed semakin hawkish selama beberapa bulan terakhir, kenaikan indeks dolar masih mengalami stagnasi sejak mencapai level tertingginya sejal 16-bulan terakhir di area 96,938 pada akhir November 2021.

"Dinamika tren dan momentum terus mendukung USD, tetapi harga harus menembus tertinggi hingga Q4-2021 dan ini menegaskan tren kenaikan akan kembali terjadi," kata Analis RBC George Davis. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD