Meski pemerintah berkomitmen tidak menaikkan harga Pertalite dan biosolar, kenaikan harga Pertamax tetap dinilai dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga.
Di sisi lain, CGSI menilai pertumbuhan belanja pemerintah sebesar 21,8 persen yoy pada kuartal I-2026 sulit dipertahankan. Lonjakan itu sebagian dipengaruhi basis rendah (low bases) tahun lalu dan implementasi awal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Wisnu, upaya efisiensi anggaran yang mulai berjalan pada kuartal II-2026 juga berpotensi mempersempit ruang stimulus fiskal, padahal belanja pemerintah selama ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi.
CGSI mencatat Indonesia sebagai negara net importir minyak dengan nilai sekitar 2 persen terhadap PDB.
Setiap kenaikan harga minyak 10 persen diperkirakan dapat memangkas pertumbuhan ekonomi sekitar 0,1 poin persentase per tahun melalui pelemahan ekspor neto.