Posisi kas dan setara kas turun menjadi Rp193,4 juta. Sejalan dengan peningkatan piutang, aset TGUK naik dari 117 persen menjadi Rp278 miliar.
Hingga 31 Maret 2026, ekuitas TGUK masih positif sebesar Rp76,3 miliar meski saldo laba masih negatif Rp76,7 miliar, yang merupakan akumulasi kerugian yang dialami perusahaan pada tahun-tahun sebelumnya.
(Rahmat Fiansyah)