Lebih lanjut, Rustam menegaskan kesiapan Elnusa dalam mendukung kegiatan survei seismik di Indonesia Timur. “Kawasan timur Indonesia membutuhkan pendekatan teknologi yang fleksibel dan adaptif. Dengan kapabilitas yang kami miliki saat ini, Elnusa siap mendukung kebutuhan survei seismik di wilayah tersebut secara lebih cepat dan efektif,” tambahnya.
Sebagai bagian dari penguatan kapabilitas tersebut, Elnusa melakukan investasi strategis berupa pengadaan 25.000 unit STRYDE Range+ nodes dengan daya tahan operasional lebih panjang, yang didukung oleh STRYDE Nimble System dan STRYDE Mini System. Kombinasi dual-platform ini memberikan fleksibilitas tinggi dalam perancangan dan pelaksanaan survei, memungkinkan pengerjaan proyek secara simultan, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya untuk survei seismik 2D maupun 3D.
Teknologi seismik nodal ini dirancang untuk menjawab tantangan khas kawasan Indonesia Timur yang memiliki keragaman struktur geologi, kondisi medan yang menantang, serta keterbatasan akses di sejumlah wilayah kerja.
Sistem berskala besar dimanfaatkan untuk survei seismik 3D pada area luas, sementara sistem portabel mendukung survei 2D, pengujian parameter, serta survei awal di wilayah dengan tingkat kompleksitas tinggi.
Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, Elnusa menargetkan peningkatan kualitas data seismik berdensitas tinggi, percepatan waktu akuisisi, serta efisiensi biaya operasional. Akselerasi dari tahap akuisisi hingga interpretasi data diharapkan dapat mendorong pengambilan keputusan eksplorasi yang lebih cepat, akurat, dan bernilai tambah bagi pemangku kepentingan.