"Pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja dan pendapatan perseroan sehingga pelaksanaan pembelian kembali tidak akan mengganggu kondisi keuangan dan likuiditas perseroan," turu manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (28/4/2025).
Lebih lanjut, proforma laba bersih per saham perseroan setelah rencana buyback akan naik menjadi Rp102,32 per saham dari Rp101,14 per 31 Desember 2025.
Sebelumnya, JRPT mengumumkan perpanjangan periode pembelian kembali saham untuk tiga bulan dengan menyiapkan dana Rp50 miliar.
Sepanjang 13 Oktober 2025-12 Januari 2026, perseroan telah memborong 22,4 juta saham JRPT dengan harga rata-rata Rp958, sehingga dana yang dikeluarkan mencapai Rp58,9 miliar dari alokasi Rp100 miliar.
(DESI ANGRIANI)