AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24965.55
0.05%
+13.20
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
0.00
-100%
-16818.98
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Emiten Kesehatan Hasilkan Cuan Besar, Crazy Rich Indonesia Serbu Saham Rumah Sakit

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Selasa, 14 September 2021 19:06 WIB
Tidak dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 membawa saham sektor kesehatan, khususnya sektor rumah sakit kian meningkat.
Emiten Kesehatan Hasilkan Cuan Besar (Ilustrasi)
Emiten Kesehatan Hasilkan Cuan Besar (Ilustrasi)

IDXChannel – Tidak dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 membawa saham sektor kesehatan, khususnya sektor rumah sakit kian meningkat. Dimana, bisnis farmasi dan laboratorium diagnostik turut menerima berkahnya.

Hal ini tentu dilirik oleh crazy rich atau konglomerat di Indonesia untuk merambah dunia kesehatan. Salah satunya adalah bos Grup Emtek, Eddy Kusnadi Sariaatmadja. Dimana konglomerat ini membeli 66% saham PT Kedoya Adyaraya Tbk.

Emiten berkode saham RSGK ini melalui sayap usaha rumah sakitnya yaitu Omni Hospital, juga turut ikut di bawah PT Sarana Mediatama Metropolitan Tbk (SAME)

“Kami juga dalam negosiasi mengambil alih pengendalian atas RSGK dengan beberapa syarat pendahuluan yang harus dipenuhi terlebih dahulu," terang Sekretaris Perusahaan SAME Rahmiyati Yahya, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa (14/9/2021).

Selain itu, emiten pengelola RS Mayapada oleh Taipan Dato’ Sri Tahir PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ). Juga emiten pengelola RS Mitra Keluarga oleh RS Mitra Keluarga milik pendiri PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Boenjamin Setiawan dari PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA).

Adapun, emiten yang didirikan oleh Edwin Soeryadjaya bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, juga miliki jaringan RS Primaya Hospital. Dimana rumah sakit ini berada di bawah Awal Bros Group Hospital dengan kepemilikan pengusaha Arfan Awaloeddin.

Sebagai informasi, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia periode Juni 2021, total aset terbesar dimiliki oleh 5 emiten rumah sakit berikut ini.

1. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) – Rp8,73 triliun
2. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) – Rp7,07 triliun
3. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) – Rp4,35 triliun
4. PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) – Rp2,07 triliun
5. PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) – Rp752,75 miliar

Untuk diketahui, emiten sektor kesehatan terutama  rumah sakit, merupakan salah satu sektor yang paling diuntungkan dari pandemi Covid-19.

"Di tengah kondisi pandemi seperti saat ini, tidak hanya masalah Covid-19, adanya penderita penyakit lainnya pun di mana harus mendapatkan pelayanan RS akan memicu permintaan sehingga akan menambah sumber pendapatan dari RS,” ungkap Analis Panin Sekuritas, William Hartanto, mengutip Sindonews, Selasa (14/9/2021).

Dirinya menambahkan, prospek saham sektor rumah sakit diprediksi masih akan menguat hingga jumlah kasus baru Covid-19 mulai menurun atau telah mencapai puncaknya. (FIRDA/NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD