AALI
9750
ABBA
0
ABDA
6950
ABMM
1200
ACES
1260
ACST
252
ACST-R
0
ADES
2770
ADHI
930
ADMF
7650
ADMG
214
ADRO
1755
AGAR
368
AGII
1495
AGRO
2240
AGRO-R
0
AGRS
200
AHAP
70
AIMS
352
AIMS-W
0
AISA
200
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
570
AKRA
4030
AKSI
432
ALDO
745
ALKA
222
ALMI
242
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/09/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
458.86
0.33%
+1.53
IHSG
6129.26
0.26%
+16.14
LQ45
862.26
0.28%
+2.39
HSI
24311.91
-0.77%
-188.48
N225
29437.68
-2.47%
-746.28
NYSE
16328.79
-1.63%
-271.00
Kurs
HKD/IDR 1,831
USD/IDR 14,265
Emas
796,218 / gram

Emiten Kesehatan Hasilkan Cuan Besar, Crazy Rich Indonesia Serbu Saham Rumah Sakit

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Selasa, 14 September 2021 19:06 WIB
Tidak dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 membawa saham sektor kesehatan, khususnya sektor rumah sakit kian meningkat.
Emiten Kesehatan Hasilkan Cuan Besar (Ilustrasi)

IDXChannel – Tidak dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 membawa saham sektor kesehatan, khususnya sektor rumah sakit kian meningkat. Dimana, bisnis farmasi dan laboratorium diagnostik turut menerima berkahnya.

Hal ini tentu dilirik oleh crazy rich atau konglomerat di Indonesia untuk merambah dunia kesehatan. Salah satunya adalah bos Grup Emtek, Eddy Kusnadi Sariaatmadja. Dimana konglomerat ini membeli 66% saham PT Kedoya Adyaraya Tbk.

Emiten berkode saham RSGK ini melalui sayap usaha rumah sakitnya yaitu Omni Hospital, juga turut ikut di bawah PT Sarana Mediatama Metropolitan Tbk (SAME)

“Kami juga dalam negosiasi mengambil alih pengendalian atas RSGK dengan beberapa syarat pendahuluan yang harus dipenuhi terlebih dahulu," terang Sekretaris Perusahaan SAME Rahmiyati Yahya, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa (14/9/2021).

Selain itu, emiten pengelola RS Mayapada oleh Taipan Dato’ Sri Tahir PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ). Juga emiten pengelola RS Mitra Keluarga oleh RS Mitra Keluarga milik pendiri PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Boenjamin Setiawan dari PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA).

Adapun, emiten yang didirikan oleh Edwin Soeryadjaya bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, juga miliki jaringan RS Primaya Hospital. Dimana rumah sakit ini berada di bawah Awal Bros Group Hospital dengan kepemilikan pengusaha Arfan Awaloeddin.

Sebagai informasi, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia periode Juni 2021, total aset terbesar dimiliki oleh 5 emiten rumah sakit berikut ini.

1. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) – Rp8,73 triliun
2. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) – Rp7,07 triliun
3. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) – Rp4,35 triliun
4. PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) – Rp2,07 triliun
5. PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) – Rp752,75 miliar

Untuk diketahui, emiten sektor kesehatan terutama  rumah sakit, merupakan salah satu sektor yang paling diuntungkan dari pandemi Covid-19.

"Di tengah kondisi pandemi seperti saat ini, tidak hanya masalah Covid-19, adanya penderita penyakit lainnya pun di mana harus mendapatkan pelayanan RS akan memicu permintaan sehingga akan menambah sumber pendapatan dari RS,” ungkap Analis Panin Sekuritas, William Hartanto, mengutip Sindonews, Selasa (14/9/2021).

Dirinya menambahkan, prospek saham sektor rumah sakit diprediksi masih akan menguat hingga jumlah kasus baru Covid-19 mulai menurun atau telah mencapai puncaknya. (FIRDA/NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD