AALI
9750
ABBA
286
ABDA
6250
ABMM
1350
ACES
1195
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
170
ADRO
2190
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
725
AKSI
745
ALDO
1315
ALKA
296
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.82
0.04%
+0.23
IHSG
6556.00
-0.19%
-12.17
LQ45
939.03
-0.03%
-0.31
HSI
24283.31
0.16%
+39.70
N225
27101.98
-0.11%
-29.36
NYSE
16340.32
-0.45%
-73.65
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
851,136 / gram

Emiten RS Milik Dato Tahir SRAJ Raih Laba Rp68,1 Miliar di Triwulan I 2021

MARKET NEWS
Okezone
Rabu, 28 Juli 2021 06:14 WIB
PT Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) membukukan laba bersih Rp68,144 miliar dalam tiga bulan pertama tahun 2021.
Emiten RS Milik Dato Tahir SRAJ Raih Laba Rp68,1 Miliar di Triwulan I 2021 (Dok.MNC media)
Emiten RS Milik Dato Tahir SRAJ Raih Laba Rp68,1 Miliar di Triwulan I 2021 (Dok.MNC media)

IDXChannel - Emiten rumah sakit grup Mayapada, PT Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) membukukan laba bersih Rp68,144 miliar dalam tiga bulan pertama tahun 2021 atau membaik dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang tercatat rugi bersih Rp9,42 miliar. Sehingga laba per saham dasar terbilang Rp5,6. 

Sedangkan kuartal I 2020 tercatat rugi per saham dasar Rp0,79. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan, dan dikutip Okezone, Selasa (27/7/2021).

Sementara pendapatan mengalami kenaikan 77,3% menjadi Rp500,44 miliar. Rincinya, pendapatan rawat inap naik 81,39% menjadi Rp156,43 miliar. Hal senada juga dialami pendapatan obat-obatan yang naik 35,29% menjadi menjadi Rp138,14 miliar.

Ditambah dengan kenaikan pendapatan poliklinik sebesar 81,48% menjadi Rp98,53 miliar. Bahkan pendapatan yang berasal dari laboratorium melonjak 209,5% menjadi Rp71,75 miliar. Hal yang sama terjadi ada pendapatan radiologi yang melonjak 192,3% menjadi Rp38,007 miliar.

Namun beban langsung membengkak 62,05% menjadi Rp316 miliar. Sehingga laba kotor melonjak 112,7% menjadi Rp183,7 miliar. Sementara itu, aset tumbuh 0,18% menjadi Rp4,354 triliun. Hal itu ditopang adanya pertumbuhan ekuitas sebesar 4,57% menjadi Rp1,83 triliun.

Kemudian kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi terkumpulkan Rp54,89 miliar, melonjak 627,01% dibandingkan kuartal I 2020 sebesar Rp7,555 miliar.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 1 triliun untuk ekspansi bisnis perseroan. Di mana belanja modal akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit di Surabaya dan Bandung serta ekspansi di Tangerang. Perseroan mengungkapkan, sejauh ini capex sudah diserap sekitar 20%-25%.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD