Manajemen menargetkan segmen active lifestyle dan bisnis lainnya dapat berkontribusi sekitar 25-30 persen terhadap total pendapatan dalam beberapa tahun ke depan, naik signifikan dari porsi 16,1 persen pada sembilan bulan pertama 2025.
Samuel Sekuritas mencatat, penjualan dari segmen active lifestyle dan lainnya diperkirakan mencapai Rp11,3 triliun atau tumbuh 32 persen secara tahunan (YoY) pada 2025. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi Rp15,1 triliun (34 persen) pada 2026 dan Rp19,4 triliun (28,2 persen) pada 2027.
Dari sisi ekspansi jaringan, ERAA diperkirakan membuka 100-150 gerai baru per tahun. Rinciannya, sekitar 50-60 gerai per tahun berasal dari segmen ERAL, sementara 30-40 gerai per tahun dari lini FnR. Strategi ini diyakini akan menopang pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan.
Samuel Sekuritas memperkirakan laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) tumbuh dengan CAGR lima tahun sebesar 18 persen sepanjang 2025-2030.
Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan porsi produk handset kelas menengah atas (uptrading), perbaikan bauran bisnis, serta peningkatan leverage operasional melalui efisiensi biaya operasional, terutama dari optimalisasi gerai di tingkat jalan dan penyesuaian jam operasional.