Dengan strategi tersebut, laba bersih ERAA diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 18,4 persen dalam lima tahun ke depan hingga mencapai sekitar Rp2,7 triliun pada 2030.
Dari sisi valuasi, Samuel Sekuritas menilai saham ERAA masih undervalued. Pada proyeksi 2026, ERAA diperdagangkan pada rasio price-to-sales (P/S) sebesar 0,1 kali, terendah di sektor ritel.
Karena itu, Samuel Sekuritas memberikan rekomendasi Buy dengan target harga Rp800 per saham, mencerminkan potensi kenaikan sekitar 85 persen.
"Target tersebut setara dengan rasio P/S 0,2 kali, yang masih mencerminkan diskon sekitar 67 persen dibandingkan emiten sejenis," tulis riset Samuel Sekuritas, Senin (26/1/2026).
Selain itu, ERAA berpeluang masuk ke dalam indeks MSCI Small Cap jika kapitalisasi pasar disesuaikan mencapai sekitar Rp5,2 triliun atau setara harga saham Rp740. Adapun untuk memenuhi kriteria MSCI Large Cap, perseroan membutuhkan kapitalisasi pasar disesuaikan sekitar Rp31,4 triliun atau harga saham sekitar Rp4.500 per saham.