IDXChannel - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran dengan tren pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi pada Senin (16/3/2026) awal pekan.
Menurutnya, kondisi fundamental ekonomi saat ini dalam keadaan kuat sehingga depresiasi rupiah tidak sejalan dengan realitas domestik.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat menembus level Rp17.006 per USD hingga akhirnya turun 39 poin atau sekitar 0,23 persen ke level Rp16.997 per USD. Pada sesi pertama perdagangan, rupiah bahkan sempat tertekan hingga menyentuh angka Rp16.990.
"Saya gak tahu itu kenapa sampau melemah. Anda harus tanyakan ke Bank Sentral kalau rupiah. Anda tanya yang betul ke Bank Sentral apa yang terjadi," kata Purbaya selepas menghadiri Rakortas di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Purbaya menegaskan, pentingnya menjaga independensi kebijakan antara kementeriannya dan bank sentral guna menghindari dampak negatif di pasar.
"Kalau saya ngomong kan nanti bahaya. Intervensi kebijakan Bank Sentral. Saya gak ngerti itu. Jadi harus tanya ke Bank Sentral," tutur dia.
Meskipun nilai tukar terus berada di bawah tekanan sejak pekan lalu, Bendahara Negara ini tetap optimistis terhadap ketangguhan ekonomi Indonesia.
Dia mengeklaim bahwa aktivitas ekonomi domestik justru sedang menunjukkan akselerasi yang kuat.
"Kalau ekonominya lagi lari, lagi lari kenceng, makin kenceng. Harusnya fundamentalnya baik. Kalau nggak seperti normal, Rupiah harusnya menguat," kata Purbaya.
Purbaya meyakini jika situasi berjalan normal tanpa gangguan eksternal, nilai tukar rupiah seharusnya mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi.
(DESI ANGRIANI)